Halaman

Minggu, 30 November 2008

1M FOR PALESTINE FROM FSLDKN

Target semula FSLDK Nasional untuk penggalangan dana Palestine adalah 1 Miliard Rupiah (1M), tetapi dalam perjalanan, FSLDK mengalami penambahan satu sektor wilayah, sehingga dana yang tadinya 1M, di tambahkan 30 Juta Rupiah, 30 Juta tersebut di ambil dari sektor tambahan yang baru terbentuk.

Untuk Wilayah JaDeBek sendiri (FSLDK JaDeBek), di targetkan untuk mengumpulkan dana sebesar 200 Juta Rupiah, Perincian dalam pembagian “Jatah” per LDK adalah sebagai berikut :

SALAM UI Rp 100.000.000 (100 Juta)

LDK JaDeBek (-+30 LDK) = Rp 100.000.000 / 30 = -+ Rp 4.000.000 (Aman)

Deadline nya, semua uang terkumpul pada saat symposium international palestine yang ke-3, yaitu pada tanggal 10-11 Januari 2008.

Dana di atas nantinya akan di salurkan melalui KNRP, untuk di berikan kepada Rakyat Palestine.

Sedikit penjelasan kenapa kita menyalurkan bantuan melalui KNRP adalah karena untuk membawa uang banyak ke Palestine adalah hal yang SANGAT TIDAK MUNGKIN, bahkan seorang presiden sekalipun, tidak mungkin untuk membawa uang banyak kesana, maksimal uang yang dapat di bawa ke Palestine adalah 20.000 Dollar (-+ Rp 20.000.000), penyaluran bantuan pertama kita dari indonesia saat membantu Palestine, yaitu 2 unit mobil Ambulance, Perizinan nya sangat sulit, karena harus melalui berbagai pemeriksaan, tentunya pemeriksaan tersebut bukan dari pihak palestine, melainkan dari Yahudi dan antek2nya. Dan KNRP, memiliki Link ke anggota dewan yang mampu membawa uang banyak ke Palestine, anggota dewan memiliki hak Akses VIP (Tanpa harus melewati pemeriksaan) untuk masuk ke wilayah Palestine, itu lah latar belakang kenapa kita menyelurkan bantuan lewat KNRP.

Berikutnya, langkah kita (FSLDK) yaitu “MEWACANAKAN” untuk memberikan beasiswa kepada pelajar Palestine untuk bisa kuliah di Indonesia, posisi Indonesia saat ini mendukung pembebasan bangsa Palestine, sehingga WACANA ini sangat mungkin untuk di laksanakan, adapun langkah-langkah nya tentunya tidak mudah, karena harus mengalami berbagai proses, mulai dari pihak pemerintah, DEPDIKNAS, sampai ke tingkat Universitas. Tetapi, sama seperti UU Pornografi, dimana kita harus memperjuangkan dan mengawasinya selama 10 tahun, itu pun akan kita lakukan, kita akan memperjuangkan Palestine sampai Palestine benar-benar bebas.

“Insya Allah, pada tanggal 10-11 Januari 2008, kita akan mengadakan Simposium International untuk Palestine, adapun temanya, kita akan menekankan pada masalah pendidikan.”

Sabtu, 22 November 2008

Bagaimana Yahudi melakukan eksodus besar-besaran ke wilayah palestine ?

Bagaimana Yahudi melakukan eksodus besar-besaran ke wilayah palestine ?
Pendudukan dan penjajahan Israel di tanah Palestine yang telah merdeka di latar belakangi oleh The HeartLand Theory yang di anut oleh sebagian besar kaum yahudi. Dalam usahanya untuk menguasai dunia Arab (yang menguasai minyak dunia), termasuk Palestine, seorang palar kimia yang juga menjadi juru bicara gerakan zionisme di inggris pada awal abad ke-20, doctor Chaim Weismann berhasil bekerjasama dengan inggris. Weismann berhasil menemukan acetown, yaitu cairan kimia yang di butuhkan dalam proses pembuatan cordite-sebuah propelan yang bersifat eksplusif. Cordite sangat berguna bagi system persenjataan inggris pada Perang Dunia I (eramuslimdigest ed1 2006:52).
Kemenangan inggris pada Perang Dunia I tidak lepas dari jasa Weismann yang telah menciptakan aseton. Atas kemenangan inggris pada Perang Dunia I tesebut, Weismann di berikan sejumlah uang, bahkan inggris berjanji segala permintaan Weismann akan di kabulkan. Weismann mengatakan “Hanya satu yang saya inginkan”,”Dan itu yang saya inginkan, hanyalah sebuah rumah untuk saudara-saudara saya.” Perdana menteri Inggris David Lyod-George menawarkan kepada Weismann Uganda di Afrika (karena pada saat itu, inggris juga menguasai Uganda), namun Weismann menolak, dan Weismann menunjuk pada sebuah Negara Palestina, dan ia mengatakan “Kami ingin tinggal di wilayah ini selamanya”. Daid Lyod-George terkejut dan segera menghubungi menteri luar negeri Arthur James Balfour dan menyampaikan keinginan Weismann. Hal ini menjadi bahasan utama rapat kabinet, setelah perjanjian rahasia Sykes-Pycot dengna Perancis, Inggris mendapatkan wilayah Palestine dan Yordania, sedangkan Libanon dan Syria jatuh ke tangan Perancis. Inggris menyedari apabila ia mengikuti permintaan Weismann, maka akan menimbulkan kontroversi di dunia, karena pada saat itu, Palestine sudah merupakan Negara yang merdeka yang di diami oleh rakyatnya sendiri, terlebih lagi Palestine letaknya di kelilingi Negara-negara Arab yang anti Israel.