Halaman

Rabu, 10 Desember 2008

1M FOR PALESTINE FROM FSLDKN

1 Miliard for Palestine

Simposium International III
Pendidikan Untuk Rakyat Palestine

Simpsium International III (SI III) merupakan kelanjutan dari SI-I dan SI-II yang saat itu menitikberatkan pada pencerdasan dan penyadaran kepada masyarakat kampus maupun umum terhadap konflik palestina-israel. Dalam SI III yang insya allah akan di laksanakan pada 10-11 Januari 2008 nanti, isu yang akan di angkat adalah Pendidikan. Kegiatan ini akan mengusung tema “Dari Jakarta Hingga Jalur Gaza” yang merupakan representasi dari Indonesia yang di representasikan oleh Jakarta dan Palestine yang di representasikan dengan Jalur Gaza. Target dari SI III yang akan mengusung tema “Education For Palestine” akan menitikberatkan pada pencapaian sebua MOU yang mengusahakan agar para pemuda Palestina dapat mengecap pendidikan perkuliahan di Indonesia.

Target untuk mendatangkan pemuda Palestina untuk mengecap pendidikan perkuliahan di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Salah satu hal yang mendasar yaitu dana. Jejaring Donasi Nasional menargetkan terkumpulnya dana sebesar 1 Miliard 30 Juta Rupiah untuk di gunakan sebagai beasiswa bagi para pemuda Palestina. Tim ini mengumpulkan dana dari seluruh penjuru Indonesia bekerjasama dengan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FS LDK N), di harapkan dengan dana tersebut, bisa membantu saudara-saudara kita yang tidak bisa meneruskan pendidikan karena perang yang telah menghancurkan berbagai infrastruktur termasuk infrastruktur pendidikan. Sesungguhnya bukan hanya dalam hal pendidikan saja yang terganggu, masih banyak masalah sosial lain yang terabaikan karena perang. Gara-Gara invasi Israel yang ingin menguasai hampir wilayah Palestina untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai pemukiman yahudi, ribuan nyawa warga muslim Palestina melayang, ribuan warga terdempar di pengungsian-pengungsian yang sungguh tak layak huni, ribuan anak kelaparan, rumah, dan gedung sekolah semuanya hancur. Alangkah malunya kita jika mengetahui saudara-saudara kita di Palestina berjuang untuk kebebasan mereka sedangkan kita di sini hanya berdiam diri, mengurusi urusan sendiri tanpa memikirkan saudara-saudara kita di Palestina. Inilah saatnya untuk kita berpartisipasi menolong saudara-saudara kita di Palestina.


Mengapa harus melalui pendidikan ?


Mungkin inilah pertanyaan yang akhirnya muncul di benak anda. Pendidikan adalah hak asasi manusia, dan untuk mendukung serta menindak lanjuti pernyataan Presiden SBY yang merencanakan Seribu orang Palestina untuk mendapatkan pelatihan Diplomasi dari Indonesia, selain itu, marilah kita sedikit flash back ke sejarah kemerdekaan kita. Banyak cendikiawan indonesia yang menuntut ilmu ke Belanda lalu kembali ke tanah air dengan semangat perjuangan, dan akhirnya melalui Indie Sie Partij, perjuangan bangsa Indonesia mulai terorganisir dan ter-arah sehingga Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya. Kaum cendikiawan Indonesia mulai mengorganisir rakyat untuk menyatukan visi, mulai dari organisasi keagamaan, kebudayaan, pekerjaan, semua bersatu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Semangat inilah yang ingin di tularkan kepada saudara kita, pemuda Palestina. Bukan berarti disini kita mengajarkan taktik strategi perang, tetapi disinilah, di kampus-kampus di Indonesia, para pemuda Palesitina akan di beri kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, mereka pasti memiliki motivasi yang lebih dari kita untuk mewujudkan kemerdekaan. Kalau saja perdamaian dapat tercapai, mungkin jalur inilah yang akan di tempuh. Tapi kelicikan lobi-lobi yahudi, kebutaan dunia international, ketumpulan kebijakan PBB dan sumbangsih negara-negara Pro yahudi membuat hal ini sangat sulit untuk di capai. Dan hanya dengan persatuan Umat Muslim-lah semua kelicikan mereka dapat dikalahkan. Marilah dengan apa yang kita miliki, kita turut serta menciptakan perdamaian dunia dan membantu saudara-saudara kita di Palesitina melalui Simposium International ke-III yang akan di laksanakan di kampus UI, pada tanggal 10-11 Januari 2008. Dari Jakarta hingga Jalur Gaza : Education For Palesitina !!!


Koran Kampus UI, Edisi Oktober - November 2008 (di edit seperlunya)


Minggu, 30 November 2008

1M FOR PALESTINE FROM FSLDKN

Target semula FSLDK Nasional untuk penggalangan dana Palestine adalah 1 Miliard Rupiah (1M), tetapi dalam perjalanan, FSLDK mengalami penambahan satu sektor wilayah, sehingga dana yang tadinya 1M, di tambahkan 30 Juta Rupiah, 30 Juta tersebut di ambil dari sektor tambahan yang baru terbentuk.

Untuk Wilayah JaDeBek sendiri (FSLDK JaDeBek), di targetkan untuk mengumpulkan dana sebesar 200 Juta Rupiah, Perincian dalam pembagian “Jatah” per LDK adalah sebagai berikut :

SALAM UI Rp 100.000.000 (100 Juta)

LDK JaDeBek (-+30 LDK) = Rp 100.000.000 / 30 = -+ Rp 4.000.000 (Aman)

Deadline nya, semua uang terkumpul pada saat symposium international palestine yang ke-3, yaitu pada tanggal 10-11 Januari 2008.

Dana di atas nantinya akan di salurkan melalui KNRP, untuk di berikan kepada Rakyat Palestine.

Sedikit penjelasan kenapa kita menyalurkan bantuan melalui KNRP adalah karena untuk membawa uang banyak ke Palestine adalah hal yang SANGAT TIDAK MUNGKIN, bahkan seorang presiden sekalipun, tidak mungkin untuk membawa uang banyak kesana, maksimal uang yang dapat di bawa ke Palestine adalah 20.000 Dollar (-+ Rp 20.000.000), penyaluran bantuan pertama kita dari indonesia saat membantu Palestine, yaitu 2 unit mobil Ambulance, Perizinan nya sangat sulit, karena harus melalui berbagai pemeriksaan, tentunya pemeriksaan tersebut bukan dari pihak palestine, melainkan dari Yahudi dan antek2nya. Dan KNRP, memiliki Link ke anggota dewan yang mampu membawa uang banyak ke Palestine, anggota dewan memiliki hak Akses VIP (Tanpa harus melewati pemeriksaan) untuk masuk ke wilayah Palestine, itu lah latar belakang kenapa kita menyelurkan bantuan lewat KNRP.

Berikutnya, langkah kita (FSLDK) yaitu “MEWACANAKAN” untuk memberikan beasiswa kepada pelajar Palestine untuk bisa kuliah di Indonesia, posisi Indonesia saat ini mendukung pembebasan bangsa Palestine, sehingga WACANA ini sangat mungkin untuk di laksanakan, adapun langkah-langkah nya tentunya tidak mudah, karena harus mengalami berbagai proses, mulai dari pihak pemerintah, DEPDIKNAS, sampai ke tingkat Universitas. Tetapi, sama seperti UU Pornografi, dimana kita harus memperjuangkan dan mengawasinya selama 10 tahun, itu pun akan kita lakukan, kita akan memperjuangkan Palestine sampai Palestine benar-benar bebas.

“Insya Allah, pada tanggal 10-11 Januari 2008, kita akan mengadakan Simposium International untuk Palestine, adapun temanya, kita akan menekankan pada masalah pendidikan.”

Sabtu, 22 November 2008

Bagaimana Yahudi melakukan eksodus besar-besaran ke wilayah palestine ?

Bagaimana Yahudi melakukan eksodus besar-besaran ke wilayah palestine ?
Pendudukan dan penjajahan Israel di tanah Palestine yang telah merdeka di latar belakangi oleh The HeartLand Theory yang di anut oleh sebagian besar kaum yahudi. Dalam usahanya untuk menguasai dunia Arab (yang menguasai minyak dunia), termasuk Palestine, seorang palar kimia yang juga menjadi juru bicara gerakan zionisme di inggris pada awal abad ke-20, doctor Chaim Weismann berhasil bekerjasama dengan inggris. Weismann berhasil menemukan acetown, yaitu cairan kimia yang di butuhkan dalam proses pembuatan cordite-sebuah propelan yang bersifat eksplusif. Cordite sangat berguna bagi system persenjataan inggris pada Perang Dunia I (eramuslimdigest ed1 2006:52).
Kemenangan inggris pada Perang Dunia I tidak lepas dari jasa Weismann yang telah menciptakan aseton. Atas kemenangan inggris pada Perang Dunia I tesebut, Weismann di berikan sejumlah uang, bahkan inggris berjanji segala permintaan Weismann akan di kabulkan. Weismann mengatakan “Hanya satu yang saya inginkan”,”Dan itu yang saya inginkan, hanyalah sebuah rumah untuk saudara-saudara saya.” Perdana menteri Inggris David Lyod-George menawarkan kepada Weismann Uganda di Afrika (karena pada saat itu, inggris juga menguasai Uganda), namun Weismann menolak, dan Weismann menunjuk pada sebuah Negara Palestina, dan ia mengatakan “Kami ingin tinggal di wilayah ini selamanya”. Daid Lyod-George terkejut dan segera menghubungi menteri luar negeri Arthur James Balfour dan menyampaikan keinginan Weismann. Hal ini menjadi bahasan utama rapat kabinet, setelah perjanjian rahasia Sykes-Pycot dengna Perancis, Inggris mendapatkan wilayah Palestine dan Yordania, sedangkan Libanon dan Syria jatuh ke tangan Perancis. Inggris menyedari apabila ia mengikuti permintaan Weismann, maka akan menimbulkan kontroversi di dunia, karena pada saat itu, Palestine sudah merupakan Negara yang merdeka yang di diami oleh rakyatnya sendiri, terlebih lagi Palestine letaknya di kelilingi Negara-negara Arab yang anti Israel.

Selasa, 28 Oktober 2008

KUNJUNGAN KE PANSUS RUU P F-KB (PKB)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Mengapa kami ke sana?
Karena F-KB terihat netral terhadap RUU P.

Jawaban mereka mengenai hal ini :
FKB tidak punya alasan keuntungan plolitik apapun untuk berada di posisi menolak ataupun netral. Concern kami pada saat ini adalah “Komitmen kebangsaan kami & sebagai partai islam, kami mendukung RUU ini.” Saat ini FKB mencoba untuk positif terhadap RUU ini (Setuju), tetapi pencitraan dari media ke masyarakat yang membuat kami terlihat Netral.

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga memberitahukan update terakhir dari RUU P, bahwa terjadi perubahan yang di usulkan oleh FKB pada pasal 4, tentang pronografi yang di larang. Sebelumnya, point ini tidak di cantumkan dalam PANJA, tetapi saat ini sudah di sepakati dan di tambahkan dalam point F Pasal 4, jadi point ini di masukan secara explicit. Termasuk juga pencitraan anak terhadap orang dewasa. (bunyi pasalnya kemaren ga di sebutin).

Terungkap juga bahwa perwakilan tim pansus dari salah satu partai besar yang menolak RUU ini (situ tau lah sapa partai nya, kan yang nolak Cuma 2, F-FDIP & F-PDS), sebenarnya setuju akan RUU P, tetapi dorongan dari partailah yang membuat mereka untuk menyuarakan menolak RUU ini.

Permintaan dari kami adalah supaya RUU ini segera di sahkan, melihat RUU ini punya kans untuk membuat ketidakstabilan kemanan di masyarakat. Saat ini sudah mulai banyak provokasi-provokasi yang timbul dari kalangan tertentu yang bisa membuat perpecahan.

Yang hadir pada kunjungan tersebut :
FSLDK
KAMMI Bandung
HMI
UI
Perwakilan Masyarakat dari Singapura
ASA Indonesia
Wanita Indonesia
Perwakilan kaum ibu
Penulis JBDK (Jangan Bugil Didepan Kamera)
Haduw, ane lupa sapa lagi, coz ga d catet…ntu yg ad d ingetan ane aj…hehe…

Terakhir… komitmen dari FKB adalah akan menyelesaikan RUU P ini pada minggu ini.
AMIN…..

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh